Mata itu berkaca-kaca
tak lagi ada sisa air mata setelah tangisan kemarin
Saat melihat kawan, sanak dan keluarga menjadi puing
Mimpi-mimpinya dalam sekejap terpelanting
Mata itu kosong…. Ya begitu kosong
Seperti siang bolong dalam percikan yang membakar jantung
Yang tak lagi membuat air matanya tercucur
Yang tak lagi membuatnya bersedih atau sekedar tertegun
Mata itu terpejam
Tak begitu rapat tak juga erat
Bibirnya seperti ingin tersenyum dalam damai yang dulu tersumbat
Setelah senapan itu hancurkan raganya yang tak cukup kuat
Dia bukan tentara… dia hanya manusia biasa
Yang tak tahu mengapa peluru menghabisi kisahnya
Yang tak paham mengapa dia kehilangan segalanya
Dan tak pernah tau dia mau ke surga atau neraka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar