Belum terlalu larut
Tapi jalanan ini begitu lenggang
Hanya hembusan angin yang menggugah emosi
Bersama ketakutan yang terus menggelayut
Belum terlalu larut
Tapi kabut sudah luruh menebal
Agaknya aku ingin berhenti
Tapi tak tahu dimana aku harus berdiri
Memang belum terlalu larut
Tapi nafasku sudah kian tersengal
Aku harus berhenti harus menepi
Tapi dimana?
Belum terlalu larut
Tapi aku tak bisa berjalan
Tak juga bisa berhenti
Lalu harus bagaimana…?
Pasrah dan merasa terkebiri?
Menantang dan menjadi laki-laki?
Belum terlalu larut
dan aku merasa bukan laki-laki
Jika aku melepasnya dan pasrah
tapi nyatanya tak ada pilihan lain
Kali ini aku menyerah..
Pasrah ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar